Ekowisata , Penting Untuk Dikembangkan

Bisnis Berbasis Lingkungan, Ekowisata Patut Di Utamakan

Mahasiswi Universitas Lampung Semerter 4(ist)
Mahasiswi Universitas Lampung Semerter 4(ist)

HARIAN JARAKNEWS-

Opini:Frada Setia Mona (Mahasiswi UNILA )

Terdapat banyak sekali media untuk memperkenalkan dan mengedukasi
masyarakat tentang bagaimana pentingnya menjaga lingkungan. Edukasi tidak
melulu tentang datang ke sekolah, duduk dan mendengarkan guru mengajar.

Edukasi juga bukan hanya tentang mengikuti seminar ilmiah. Edukasi lingkungan bisa disampaikan melalui cara yang lebih menarik.

Cara tersebut ditempuh agar
tidak hanya kaum terpelajar saja yang memperoleh pendidikan, tetapi juga dapat
mengajak semua kelompok usia.

Cara ini diharapkan mampu
mempermudah dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga
lingkungan.

Secara umum, jika kita berbicara tentang ekowisata maka yang terlintas dalam
pikiran kita adalah wisata bernuansa alam. Padahal, secara tidak langsung
ekowisata juga merupakan bagian dari pendidikan lingkungan.

Ekowisata memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Penikmat ekowisata (pengunjung) akan sadar bahwa keindahan alam harus dijaga. Bila sedang ber ekowisata, pengunjung dituntut menjunjung tinggi etika lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tumbuhan, tidak memetik bunga yang sengaja ditanam atau tidak menginjak rumput.

Hal-hal kecil tersebut diharapkan
dapat tertanam di hati para pengunjung sehingga kepedulian terhadap lingkungan
tidak hanya ketika mereka berada di lingkungan ekowisata tetapi juga dapat
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari adanya ekowisata selain dari
segi ekologi seperti yang telah disebutkan. Dari segi ekonomi, ekowisata menjadi
ladang penghasilan baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, ekowisata tentu akan
membantu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Ekowisata akan menghasilkan banyak sekali bidang yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah di antaranya ;
Pertama; Ekowisata tentu membutuhkan banyak pekerja/pegawai untuk menjalankan kegiatannya,
Kedua: Keramaian di ekowisata menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk menjual makanan atau souvenir khas daerah tempat ekowisata berada,
Tiga: Petani sekitar memiliki pasar baru untuk menjual hasil taninya sehingga terpacu untuk meningkatkan produktifitasnya,
Empat: Bila ekowisata tumbuh besar dan menjadi terkenal, masyarakat memiliki peluang untuk membangun hotel atau penginapan bagi pengunjung.

Dari segi budaya, ekowisata menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya
setempat sehingga budaya tersebut dapat dilestarikan. Budaya yang dimaksud
bermacam jenisnya. Sebagai contoh, ekowisata di Lampung menjadi tempat yang cocok untuk memperkenalkan budaya-budaya Lampung seperti tari sigekh, tari sembah, kain tapis, aksara dan Bahasa Lampung, atau pakaian adat Lampung.

Ketika budaya-budaya tersebut dapat menarik minat pengunjung, maka semakin
banyak masyarakat setempat yang akan mempelajari dan semangat untuk
memperkenalkan budayanya sendiri sehingga budaya tersebut akan tetap lestari.

Lebih lanjut, Ekowisata bisa menjadi pancingan ke pemerintah untuk
meningkatkan infrastruktur daerah setempat.

Pemerintah tentu mau dan akan
memprioritaskan pembangunan bila ekowisata mampu meningkatkan pendapatan daerah terlebih jika ekowisata terletak di daerah pelosok.

Pembangunan jalan kerap menjadi infrastruktur prioritas yang diharapkan oleh masyarakat di daerah pelosok. Terbukanya akses jalan akan mempermudah petani untuk menjual hasil taninya.

Fasilitas-fasilitas umum lain juga akan ikut dibangun seiring dengan
bertambahnya penduduk dan ramainya pengunjung.

Pada akhirnya, semua pihak harusnya semakin sadar akan pentingnya ekowisata.
Potensi alam harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Ide-ide dapat dihimpun
melalui sebuah kelompok sadar wisata yang kemudian sedikit demi sedikit
dijalankan sehingga lambat laun akan menjadi besar.

Tidak hanya sebagai media
untuk melestarikan alam karena pada dasarnya manfaat ekowisata dapat dirasakan pada setiap lini kehidupan.

(oleh : Frada Setia Mona)

Penulis:

Baca Juga

error: Maaf hubungi Bironya