Pupuk Langka, Sejumlah Petani di Lampung Selatan Menjerit

LAMSEL - Sejumlah petani mengeluh dan kebingungan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Kebingungan para petani karena mengingat telah masuknya waktu rendeng atau masa 14 sampai 17 hari pasca tanam padi di sawah yang seharusnya telah mulai ditaburi pupuk.

Bahkan penyaluran pupuk bersubsidi dari Pemerintah melalui Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pun tidak ada setok, adapun pupuk tapi bukan jenis pupuk yang bersubsidi, harganyapun lebih mahal.

Hal itu sebelumnya seperti yang disampaikan oleh Ketua Gapoktan Desa Pulau Jaya Kecamatan Palas, M. Dedi Yusuf mengatakan kepada awak media harian jarak news mengatakan bahwa pupuk untuk persiapan pasca tanam padi belum ada pengiriman dari distributor.

"Pupuk untuk persiapan musim tanam di masa rendeng belum ada penggiriman dari pihak distributor, saya juga kebingungan karena belum ada informasi kapan mau dikirim pupuknya, biasanya mas, pada musim rendeng tiba kami sudah Setok pupuk untuk persiapan" Kata nya. Sabtu (9/1/21)

Hal yang sama disampaikan oleh Khoirul, petani dari Desa Kalirejo Kecamatan Palas, bahwa dirinya juga kebingungan untuk mencari pupuk, karena umur
tanaman padinya telah 12 hari, sudah waktunya untuk dipupuk pemula.

"Saya bingung mau cari pupuk kemana, sedangkan sudah waktunya padi untuk dioupuk, tapi pupuknya gak ada, saya pernah mendatangi kios Gaboktan mas, yang ada hanya 3 sak, itupun cuma pupuk organik" Pungkasnya.

Keadaan sawah pasca tanam tanpa dipupuk, Foto; Sugianto

Saat dihubungi awak media Harian Jarak News, Plt Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan (P3K) Palas, Tarmijan mengatakan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi dikarenakan adanya Permentan Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan HET pupuk bersubsidi sektor pertanian Anggaran 2021.

"Sementara SK Kementan tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi baru terbit 30 Desember 2020 Tentang pupuk, mengacu Permentan Nomor 49/2020 Tanggal 30 Desember 2020 sepertinya ada kenaikan harga" Katanya. Senin (11/1/21).

Tarmijan menjelaskan, untuk jenis urea sebesar Rp2.250/kg atau Rp112.500/sak, ZA Rp1.700/kg atau Rp120.000/sak, NPK Phonska Rp2.300/kg atau Rp115.000/sak dan Petroganik Rp800/kg atau Rp32.000/sak.

"Sedangkan untuk HET lama pupuk bersubsidi jenis Urea Rp1.800/kg, NPK Phonska Rp2.300/kg dan Petroganik Rp500/kg". Tutupnya. (Sugianto)

Penulis:

Baca Juga