1. Beranda
  2. Berita
  3. Nasional

IKABOGA

Rakernas IX IKABOGA Digelar di PIK 2, Bidik Kompetensi dan Pemberdayaan Anggota

Oleh ,

Harianjaraknews.id

TANGERANG – Pelaku usaha kuliner dituntut tidak hanya piawai mengolah makanan, tetapi juga mampu berinovasi, memasarkan produk secara digital, mengantongi sertifikasi kompetensi, hingga membangun jaringan bisnis. Tantangan itulah yang menjadi salah satu fokus Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Tahun 2026.

Digelar pada 4–6 November 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rakernas IX mempertemukan pengurus DPP dan DPD IKABOGA dari berbagai daerah. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pameran industri makanan dan minuman KRISTA Interfood untuk membuka akses anggota terhadap perkembangan industri dan peluang kemitraan.

Mengusung tema Memperkuat Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan, Dunia Usaha, Industri, dan Mitra Strategis untuk Meningkatkan Kompetensi dan Pemberdayaan Anggota, forum ini diarahkan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing anggota.

Rakernas IX tidak hanya menjadi agenda evaluasi dan penyusunan program kerja. IKABOGA juga menghadirkan sejumlah kegiatan pengembangan kemampuan, mulai dari Baking Class, Content Creator Class, Cooking Demo, Cooking Competition hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program tersebut menyasar kebutuhan anggota yang bergerak di bidang boga dan usaha kuliner. Selain keterampilan memasak, mereka didorong menguasai pemasaran digital, membangun personal branding, serta mengembangkan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pada 6 November 2026, kegiatan dilanjutkan dengan program Duplicate Dish by Rose Brand, yang menjadi ruang praktik kreativitas dalam mengolah bahan pangan menjadi sajian inovatif dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.

IKABOGA juga menyiapkan seminar dan business matching untuk mempertemukan anggota dengan lembaga pendidikan, pelaku usaha, serta mitra industri. Melalui kegiatan ini, anggota diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap pengetahuan, teknologi, inovasi produk, pemasaran, dan jaringan bisnis.

Selain pengembangan kompetensi, Rakernas IX menjadi forum konsolidasi untuk mengevaluasi program dan menentukan arah kebijakan organisasi.

Agenda utama pada 5 November meliputi laporan Ketua Umum, tanggapan peserta, pembahasan sidang komisi bidang organisasi dan program kerja, serta perumusan keputusan melalui sidang pleno.

Pada kesempatan yang sama, IKABOGA juga melaksanakan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sebagai bagian dari penguatan struktur kepengurusan dan perluasan peran organisasi di daerah.

Ketua Umum IKABOGA Indonesia, Retno Murtriarti, A.Md.Par., S.E., mengatakan Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat soliditas pengurus sekaligus memastikan program organisasi memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Menurutnya, IKABOGA perlu terus berkembang menjadi organisasi profesi yang adaptif dan inovatif. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, dunia usaha, dan industri menjadi salah satu cara meningkatkan kompetensi serta membuka kesempatan usaha bagi anggota.

Sementara itu, Pembina IKABOGA Indonesia, Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si., mendorong penguatan peran organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan tata boga, serta pemberdayaan masyarakat melalui sektor kuliner dan kewirausahaan.

Penyelenggaraan Rakernas bersamaan dengan KRISTA Interfood menjadi kesempatan bagi anggota untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem industri makanan dan minuman.

Kolaborasi dengan Rose Brand dan mitra strategis lainnya diharapkan memperluas kesempatan anggota dalam mengembangkan keterampilan, mengenal inovasi produk, serta membangun hubungan usaha.

Melalui Rakernas IX, IKABOGA menargetkan lahirnya keputusan dan program kerja yang lebih terarah, aplikatif, serta berkelanjutan. Organisasi juga ingin memperkuat sinergi antardaerah agar pengembangan kompetensi dan peluang usaha tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Bagi anggota, penguatan jejaring dan keterampilan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan usaha kuliner sekaligus menghadapi persaingan industri boga nasional.

IKABOGA Indonesia membawa semangat Bersinergi, Berinovasi, dan Berkontribusi untuk Kemajuan Industri Boga Indonesia.***

Berita Lainnya