Diduga Hendak Membangun Hotel Di atas Lahan Pemakaman, Begini Penjelasan Pihak Marriott Internasional

Terkait adanya fakta lapangan, dimana terdapat beberapa makam yang telah rusak dan terbongkar, menurut pak Ronal hal tersebut bukan karena adanya aktivitas penggusuran.

"Bukan karena penggusuran pak. Itukan, yang ke arah pantai, lahannya landai pak, agak menurun. Mungkin ada tanah yang longsor, ada juga tanah yang runtuh. Kalau karena digusur, tidaklah pak. Bertahun-tahun itu aman-aman saja, tidak kita apa-apakan" tepisnya.

Kepada awak media ini, pak Ronal juga mengungkapkan, bahwa lahan tersebut bukan merupakan lahan pemakaman umum.

"Lagian pak, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, menurut mereka lahan tersebut bukanlah tempat Pemakaman Umum (TPU), kita tanya; lahan pemakaman umum di sebelah mana pak? Karena memang dilabuan Bajo tidak ada lahan Pemakaman Umum."

Saat awak media ini menanyakan, dengan instansi pemerintah mana saja pihaknya telah berkoordinasi, beliau menjawabnya, dengan pihak Kelurahan, Kecamatan maupun dengan Dinas PU.

Pada saat awak media ini ingin mendalami beberapa informasi, pak Ronal mengatakan " saya masih meeting dengan bapak Uskup ini. Setengah jam lagi saya akan hubungi bapak kembali", pintanya seraya mengakhiri panggilan telpon tersebut.

Hingga pukul 13.00 Wita, pak Ronal tak kunjung menghubungi awak media ini, sehingga pada pukul 14.43.Wita, awak media ini pun berinisiatif menghubunginya lagi. Meskipun terhubung, namun panggilan telepon tersebut tak diangkatnya. Hingga berita ini di publish, pak Ronal belum juga menghubungi awak media ini, seperti yang dijanjikannya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Ihambut

Baca Juga