Di Balik Dinding Papan dan Atap Seng: Potret Haru Kelas Jauh SDN 1 Tanjung Raja

Keadaan Saat ini Kelas Jauh SDN1 Tanjung Raja Cukubalak Tanggamus 30 April 2026

Harianjaraknews.id

Tanggamus – Di tengah sunyi pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, berdiri sebuah bangunan sederhana yang jauh dari kata layak disebut sekolah. Dindingnya hanya papan kayu yang mulai lapuk, atapnya seng berkarat, dan lantainya masih tanah. Namun dari tempat inilah harapan belasan anak terus dijaga.

Bangunan itu adalah “kelas jauh” dari SDN 1 Tanjung Raja. Di dalam satu ruangan sempit, sebanyak 15 siswa dari kelas satu hingga kelas enam belajar bersama, tanpa sekat, tanpa fasilitas memadai.

“Ini kelas jauhnya, Bang. Kalau induknya kan SDN 1 Tanjung Raja. Jumlah siswa di sini 15 orang, dari kelas satu sampai kelas enam,” ujar Agus Muzani, guru Pendidikan Agama Islam, dengan nada lirih.

Tak hanya kondisi bangunan yang memprihatinkan, tenaga pengajar pun sangat terbatas. Warga setempat menyebut, hanya ada satu guru pembantu yang mengajar di sana itu pun berasal dari warga sekitar.

“Ini masih wilayah Pekon Tanjung Raja, Pedukuhan Batu Nyangka. Muridnya belasan, gurunya cuma satu orang, ya orang sini,” ungkap seorang warga.

Meski serba kekurangan, semangat belajar anak-anak tak pernah surut. Mereka datang setiap hari, menempuh perjalanan yang tidak mudah. Lokasi kelas jauh ini berjarak sekitar 10 kilometer dari sekolah induk, dengan medan ekstrem jalan menanjak dan menurun curam, serta harus melintasi sungai kecil.

Di tengah kondisi tersebut, sekitar jam 8.13 WIB pagi 30 April 2025

Teman teman jurnalis Bang Feri,bang Imam bersama konten creator JIEH dan TAUN didamping Fadli Turun mengunjungi kelas jauh sdn 1 Tanjung raja yang terletak di dusun batu nyaka pekon tanjung raja. Memastikan keadaan yang sebenarnya.

Dari kunjungan tersebut teman teman jurnalis dan konten creator bersama warga setempat berencana untuk membangun sekolah kelas jauh tersebut secara swadaya dan gotong royong.

Sementara ditempat yang sama sekitar jam 11.10 Wib siang kepada jurnalis media ini  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Viktor, mengakui pihaknya telah mengetahui kondisi ini dan berencana melakukan pembangunan.

“Ke depan memang rencananya mau dibangun. Tapi kendalanya tanah ini bukan milik pemerintah. Syarat utama pembangunan, lahannya harus milik pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika warga bersedia menghibahkan tanah sesuai prosedur, pembangunan bisa segera diproses. Untuk bantuan lain mulai diupayakan.

“Untuk mobiler karena satu kesatuan dengan SD induk, insyaallah segera dikirim dari anggaran APBD. Kalau bangunan, masih menunggu proses,” lanjut Viktor.

Kunjungan ke lokasi ini juga menjadi perhatian khusus, terlebih setelah kondisi sekolah tersebut mulai viral.

“Saya memang sudah berkeliling, tapi kebetulan sekolah ini jadi perhatian. Jadi tidak ada salahnya kami datang langsung,” katanya.

Kini, di balik bangunan sederhana itu, harapan besar tengah digantungkan. Anak-anak di Batu Nyangka tak meminta kemewahan mereka hanya ingin ruang belajar yang layak, tempat di mana mimpi mereka bisa tumbuh tanpa terhalang dinding rapuh dan lantai tanah.(Feri irawan)

Penulis:

Baca Juga