Bukit Porong; Kampung Digital ‘negri di atas awan’

Proses yang tak mengkhianati hasil

Upaya membangun dan mengembangkan pariwisata Bukit Porong tentu bukan perkara mudah bagi Rhony dan kawan-kawannya. Berbagai suara sumbang, pesimis serta cibiran sudah sering kali didengar. Namun mereka anggap angin lalu, karena mereka fokus dan terus bekerja keras merealisir visi mereka. Hal itu sejalan dengan ungkapan bijak " seperti "proses tak pernah mengkhianati hasil". Kerja keras dan dedikasi mereka dalam membangun destinasi Bukit Porong kini mulai terlihat hasilnya.

Dengan memanfaatkan berbagai jejaring media sosial yang ada, seperti Facebook dan Instagram, tempat inipun dikenal dan mulai dikunjungi banyak orang.

Seiring berjalannya waktu, komunitas inipun mendapatkan berbagai penghargaan. Pada tahun 2021, Bukit Porong masuk dalam nominasi 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI 2021) mewakili Kabupaten Manggarai Barat.

Tidak sampai di situ, pada tahun 2022, destinasi ini meraih penghargaan Creative Tourism Destination Award untuk "Kategori Youth". Penghargaan tersebut diberikan oleh Markplus Tourism, yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf.

Penghargaan ini terbilang bergengsi, karena Bukit Porong menjadi satu-satunya destinasi pariwisata NTT yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Meskipun peran Pemerintah Desa dalam pengembangan Desa Wisata Coal belum maksimal, namun berkat kerja keras, Pokdarwis Porong Tedeng pun mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah, swasta maupun korporasi.

Berkat kemitraan ini pula, sejak tahun 2021 Desa Wisata Coal telah menjadi Desa Binaan Bank NTT. Dan pada tahun 2022 ini ikut dalam Festival Desa Binaan Bank NTT.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga