Marriott International dan PT. Fortuna Paradiso Optima dituduh warga telah Berbohong
Selaku salah satu ahliwaris dari makam tersebut, Ali Imran geram atas tindakan pihak Marriott Internasional dan PT. Fortuna Paradiso Optima yang dinilainya tidak menghargai warga.
"Pada saat ke lokasi tersebut, baru dari jarak 200 meter, saya langsung terdiam. Badan saya merinding. Kok semuanya sudah bersih tidak berbekas lagi. Dulu di tempat itu banyak hutan pohon lamtoro, sekarang sudah bersih tidak berbekas, rata dengan tanah. Saking marahnya saya pak, saya sempat omong dengan salah satu petugas di sana. "Kalau begini yang kalian lakukan, kamu punya darah halal disini! Kami kuburkan keluarga di tempat ini dengan cucuran air mata dan dengan upara adat, tapi kalian buat begini, sama sekali tidak menghargai kami", ujar Ali Imran.
Selain geram dengan perlakuan pihak Marriott Internasional dan PT. Fortuna Paradiso, Ali Imram juga mencurigai ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak hotel. "Saya curiga mereka sengaja menggusur makam-makam yang belum permanen, dan membiarkan yang sudah permanen, untuk mengurangi biaya ganti rugi dan pemindahan makam nantinya", tutup Ali Imran.
Berdasarkan informasi dari Bapak Salawing, salah seorang ahliwaris, diketahui bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak kelurahan Labuan Bajo, dan dijadwalkan akan dilakukan mediasi dengan pihak pemilik hotel pada hari Jumat 26 Mei 2023 mendatang. "Kami menunggu tanggal mediasi itu pak", tutup Bapak Salawing.








Komentar