Bekasi Darurat Sampah Sungai, DPRD Dorong Pemkot Pasang Mesin Conveyor Anti-Banjir
KOTA BEKASI — Sampah masih jadi “biang keladi” banjir di Kota Bekasi. Hampir di setiap sungai, tumpukan plastik, kayu, dan limbah rumah tangga menyumbat aliran air hingga meluap ke permukiman.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, H. Anton, menilai sudah saatnya Pemkot Bekasi berhenti mengandalkan metode pembersihan manual yang lambat.
Ia mendorong pengadaan mesin conveyor alat yang mampu mengangkat sampah langsung dari sungai secara cepat dan berkelanjutan.
“Sampah menumpuk harusnya mendorong pemerintah Kota Bekasi ada mesin conveyor untuk pengangkut sampah langsung,” tegas Anton, Senin (11/8/2025).
Anton mencontohkan kondisi di aliran Kalimalang dekat Universitas Islam "45" Bekasi (UNISMA) yang masih dipenuhi sampah. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, lokasi tersebut rawan menjadi titik banjir susulan.
"Supaya sampah itu tidak menutupi kali. Itu yang sedang kita dorong. Saya sudah rekomendasikan ke pimpinan komisi agar segera dilaksanakan,” ujarnya.
Politisi ini menekankan, mesin conveyor bukan sekadar solusi sementara, tapi investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir.
Dengan alat tersebut, sampah bisa diangkat sebelum mengendap, mengurai beban sungai, dan menjaga aliran tetap lancar.
"Kalau mesin ini direalisasikan, sampah tidak akan mengendap. Kali bisa dibersihkan lebih cepat, dan potensi banjir berkurang drastis,”tutupnya. (ADV)








Komentar