Darurat Guru di Kota Bekasi Jadi Momok Tak Berkesudahan Wali Kota Diminta Ambil Langkah Konkret

Foto: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan

KOTA BEKASI - Kekurangan guru di Kota Bekasi menjadi masalah tak berkesudahan. Hingga saat kekurangan guru untuk tingkat TK, SD, SMP mencapai 3600 guru

Hal ini bertolak belakang ditengah sorotan anggaran Disdik lebih dari 20 persen pertahun mencapai Rp1,8 triliun Mempertanyakan kinerja Disdik terkait kekurangan guru.

Komisi IV sebelumnya pernah menggelar Rapat kerja dengan Disdik, meminta paparkan kekurangan guru. Hal itu Menemukan fakta, menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan sangat miris dan ga bisa dibiarkan faktanya di 2026 kekurangan guru tak ada formulasi yang bisa menutup kekurangan guru ini.

Pasalnya meskipun skema melakukan seleksi pada 2026, tapi aktif ngajar pada 2027.

"Hanya yang dilakukan Disdik Kota Bekasi konsep mahasiswa magang. Ini dikritisi betul, kurang relevan karena jumlah sedikit dan anak Kota Bekasi bukan kelinci percobaan dididik mahasiswa magang,"ujar Wildan .

anak memiliki hak yang sama dalam mendapat pembelajaran. Langkah yang diminta Disdik membuat langkah kota Bekasi melibatkan banyak pihak semua pihak memastikan anggaran cukup.

"Kami Meminta wali kota turun tangan koordinasi dengan pusat. Agar skema kuota untuk kota Bekasi. Ini serius kekurangan ribuan. Skema apa menghadirkan siswa magang,"ujarnya.

Pasalnya 200 mahasiswa magang, skemanya harusnya 1000 distribusi nya harus skala di lokasi yang kekurangan. Bukan disebar begitu saja tapi harus berbasis kekurangan guru. Banyak guru mengajar di berbagai sekolah.

"Wali kota harus menaruh perhatian besar langkah koordinasi dengan pusat terkait PPPK pemenuhan guru dari umum,"tukasnya.

Format tawaran yang ditawarkan Disdik 2027 baru terpenuhi wali kota harus mengambil langkah serius. Dilakukan dengan serius jangan magang hanya 200.

Sementara Anggota IV Ahmadi Madonk, menambahkan Tenaga magang bukan solusi terkait kekurangan guru. Untuk itu dia meminta pertama Pemkot Bekasi serius karena telah melakukan pembiaran selama bertahun-tahun.

Menurutnya pemerintah dan Disdik Kota Bekasi sudah lalai, mengabaikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

"bagaimana bicara bermutu apabila guru saja kekurangan bicara guru berdasarkan kompetensi dan kelalaian dari Pemkot Bekasi,"tandasnya.

Untuk itu Madonk menuntut kemauan dari wali kota harus cepet jangan sampai penerus bangsa ini tak mendapat pendidikan layak.

Ini harus dirumuskan secara bersama tak bisa dia sendiri bagaimana pun juga banyak konstituen di bawah untuk mutu.

Menurutnya selama pemerintahan saling lempar Disdik tak bisa mengangkat karena pusat. Tapi tak ada koordinasi dengan DPRD bahwa kondisi di kota Bekasi darurat guru ini tak pernah dilakukan harus segera betul betul jangan makanan dikasih mbg aja yang dikasih, batinnya ga ada. Ilmunya. (ADV)

Penulis:

Baca Juga