PT.Mahanaim Group, Kadiman dan anak-anak Niko Naput ditantang Suwandi Ibrahim adu dokumen di Keranga
Sementara itu, di pinggir jalan raya Labuan Bajo – Batu Gosok, batas timur tanah milik Suwandi Ibrahim, terpampang baliho berukuran besar bertuliskan, 'di sini segera dibangun Rumah makan Pantai Jimbaran Bali'.
Terlihat juga sebuah excavator yang didatangkan Suwandi Ibrahim & keluarga sedang melakukan pembukaan jalan masuk ke arah pantai sejauh kurang lebih 500m. Ketika ditanya, apa yang mau dibicarakan dengan Erwin Kadiman Santoso & PT.Mahanaim Group bila mereka datang menemuinya di Keranga, Mikael Mensen mengatakan,
"kami mau bicara baik-baik dengan semangat kekeluargaan, bahwa kalau mereka sungguh-sungguh beriktikad baik membeli tanah ini dan serius membangun hotel The St.Regis di lokasi ini, kami welcome. Pada prinsipnya kami mendukung investasi di Labuan Bajo, mendukung Pemerintah juga untuk memajukan daerah ini. Tetapi kalau Kadiman tidak bereaksi apapun atas sikap kami, maka sudah dapat dipastikan mereka akan masuk bui karena membeli tanah dari para pencuri", ungkapnya.
Untuk anak-anak Niko Naput dan Lawyernya dulu, lanjut Mensen,
"sebetulnya sudah melepaskan kepemilikannya atas tanah ini, karena sudah disadari adanya dokumen palsu, yakni tandatangan orang mati diatas dokumen alas hak pada saat pemeriksaan di Polda NTT, atas laporan pidana pertama kami beberapa waktu yang lalu", tutup Mikael Mensen.
Untuk mendapatkan tanggapan dari pihak PT. Mahanaim Group, awak media ini pun menghubungi nomor telpon dari perusahan tersebut, pada 20/02/2023. Seseorang yang berada di ujung panggilan telpon tersebut, yang memperkenalkan dirinya bernama Andry, mengatakan, "bahwa pimpinan mereka semuanya belum berada di kantor . Pada saat awak media ini meminta salah satu nomor telpon dari pihak perusahan yang bisa memberikan tanggapan terkait persoal tanah di Labuan Bajo, Andri menjelaskan bahwa dirinya hanya bertugas mengangkat telpon.
"Maaf pak, saya hanya bertugas mengangkat telpon masuk", jawab Andri.
Berbekal informasi yang diberikan seseorang yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada hari sama awak media inipun menghubungi satu nomor yang diduga milik sekretaris pribadi dari Erwin Kardiman Santoso, Ibu Yunita.
Meskipun beberapakali panggilan telpon berhasil masuk, tetapi tidak satupun dari panggilan tersebut diangkatnya. Awak media inipun meninggalkan pesan melalui aplikasi WhatsApp. Hingga berita ini di publish, walaupun pesan tersebut sudah tersampaikan, namun yang bersangkutan tidak memberikan reaksi apapun.
Begitu pula dengan anak-anak dari Nikolaus Naput. Sebelumnya, saat mendatangi tempat kediaman mereka di kota Ruteng, persisnya di kampung Nekang, kelurahan Watu, kec. Langke Rembong, Kab. Manggarai pada tanggal 18/03/2023, melalui pegawai apotik yang bernama Elan, setelah sebentar menelpon seseorang, kepada awak media ini di sampaikan bahwa Paul Naput (salah satu putra dari Nikolaus Naput) sedang keluar, dan diminta untuk meninggalkan nomor telepon, agar bisa dihubungi kembali. Namun hingga berita ini di tayangkan, awak media ini tidak pernah dihubungi.








Komentar