PAD Mabar 2022 Anjlok, Baru Tercapai 29,18% Awal September

APBD 2022 Yang Ambisius

Pertumbuhan PAD sebesar 79,74% dan pertumbuhan pendapatan pada sektor pajak hotel dan restoran sebesar itu sayangnya tidak mampu mendongkrak capaian PAD secara signifikan.

Menaggapi hal ini, ketua fraksi Golkar Manggarai Barat, Anselmus Jebarus mengatakan, "pada saat pemaparan KUA-PPAS perubahan kemarin, yang memperlihatkan angka defisit signifikan, saya berpikir bahwa Pemerintah terlalu ambisius menetapkan target capaian PAD. Saran saya, pada Pemerintah, berhentilah bekerja dalam halusinasi! Saatnya berpikir realistis dgn kemampuan yang riil."

Pernyataan "berhentilah berkerja dalam halusinasi" terhadap pemerintah, yang diungkapkan politisi partai Golkar ini, tentu sangat beralasan. Menurutnya penetapan proyeksi yang tergambar jelas dalam Perda No.2 thn 2022 tentang RPJMD tahun 2021 telah menggambarkan betapa halusinasinya pemerintah ini.

Dalam RPJMD tersebut, pemerintah telah menetapkan target capaian PAD hingga tahun 2026. Celakanya dalam menentukan proyeksi PAD tahun 2022, menurut Ansel, tidak didasarkan pada kenyataan real capain PAD tahun 2021, dimana terjadi lompatan proyeksi yang fanstis untuk proyeksi capaian PAD tahun 2022, dari capaian PAD Rp.154.767.294.152 pada tahun 2021, menjadi Rp.339.650.864.317 dalam proyeksi tahun 2022, terdapat lonjakan sebesar Rp. 184.883.570.165.

Saat legislator partai beringin Dapil 3 Mabar ini dihadapkan dengan pertanyaan, " Bukankah Perda tersebut adalah hasil pembahasan eksekutif dan legislatif?". Beliau menanggapinya sebagai berikut: "Proyeksi yang tersaji dalam Perda No.2 Thn 2022 tentang RPJMD tahun 2021, sejatinya adalah rancangan yang diajukan oleh Pemerintah. Dalam pembahasan Perda ini bersama DPRD, kami memotret dan mencermati bahwa proyeksi ini luar biasa. Benar- benar mencerminkan visi Mabar Bangkit, Mabar Mantap. Alhasil kita sepakati dengan rancangan tersebut. Tentu dengan keyakinan bahwa Pemerintah sudah mencermati secara seksama, berbasis potensi yg ada". Lanjut Ansel, "Namun, melihat kondisi PAD kita saat ini, perlu segera dilakukan perubahan dan koreksi secara besar-besaran pada RPJMD kita".

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga